bahasa english
language
language
search
  • All
    All PC ARCADE DS & DSi MOBILE OTHERS PS2 PS3 PSP & GO Wii XBOX 360 Multi-Plat Comics & Manga Xbox360&PS3
 
Bulletstorm
26 March 2011, 2:02 PM
Bulletstorm
  • Ratusan Skillshot yang dapat dilakukan.
  • Aksi sangat fast-paced.
  • Grafik yang luar biasa.
    • Penggunaan bahasa kasar yang sangat banyak.
    • Mode multiplayer minim.
    • Singleplayer terlalu pendek.

    Bulletstorm, tidak seperti game FPS lainnya benar-benar melakukan pendekatan yang tidak lazim dengan mekanis permainan yang bernama “Kill with Skill”. Jadi apa yang special dari “Kill with Skill” ini? Kita akan bahas lebih lanjut di review yang satu ini.

    Revenge is Sweet, No?
     
    Pemain akan berperan sebagai seorang ex-prajurit bayaran bernama Grayson. Setelah mendapati bahwa dia dan rekan-rekannya hanya diperalat semata untuk menutupi kebusukan bosnya, Sarrano, maka mereka pun berencana melakukan suatu aksi balas dendam yang sayangnya gagal total dan menyebabkan hampir seluruh tim Grayson tewas (kecuali Ishi yang memang adalah separuh Cyborg).
     
    Grayson & Ishi
     
    Kegagalan itu membuat Grayson bersama partner cyborgnya, Ishi, terdampar di sebuah planet antah berantah. Untungnya, kapal milik Sarrano yang diserang oleh Grayson dan team yang sebelumnya jatuh di planet yang sama, yang artinya....Ya! Betul sekali! Inilah saatnya BALAS DENDAM!
     
    Kill with Skill.
     
    Walaupun sekilas Bulletstorm terlihat seperti FPS lainnya, satu hal yang membuat Bulletstorm sangat berbeda dengan FPS lainnya adalah system “skillshot”. Fitur ini mengijinkan player untuk menghabisi musuh dengan cara-cara tertentu untuk mendapatkan poin yang lebih besar, misalnya dengan menendang musuh ke arah benda tajam atau berlistrik (atau bahkan pohon kaktus!), membunuh musuh dengan ledakan, menjatuhkan atau menenggelamkan musuh, headshot dan lain-lain. 
     
    Itu pasti sakit.
     
    Setiap skillshot tersebut memiliki nama-nama yang unik seperti Voodoo Doll, Enviro-mental, Bullet Kick, Afterburner, First In Last Out, dan lain-lain. Untuk setiap poin yang didapat dapat digunakan untuk membeli senjata baru beserta upgradenya, ataupun membeli amunisi. Terdapat seratus lebih skillshot yang dapat diunlock, dan untuk beberapa skillshot akan cukup menantang untuk dikuasai.
     
    Sebenarnya, skillshot bukan merupakan satu-satunya cara untuk mendapat poin, game ini juga menyuruh player untuk melakukan hal-hal yang lebih simple untuk mendapat poin, seperti menekan/menahan suatu tombol (terutama untuk mengfocuskan pandangan ke suatu event/tempat), atau meledakkan sesuatu (newsbot, kunang-kunang berlistrik, dll).
     
    Kunang-kunang listrik???
     
    Bulletstorm juga memiliki berbagai senjata unik yang dapat dipakai, mulai dari Peacemaker Assault Rifle (yang juga dapat berperan sebagai shotgun), pistol revolver Screamer, peluncur granat berantai Flail (yang dapat menempel pada tubuh musuh) hingga sniper rifle Head Hunter yang dapat menembakkan peluru yang dapat dikendalikan.Grayson juga dapat menggunakan sebuah senjata unik yang dinamakan Leash dan seperti namanya, senjata ini dapat menembakkan semacam sinar yang dapat melempar objek dan musuh ke arah player...untuk ditendang, tentunya.
     
    Untuk multiplayer, hanya terdapat satu mode saja; yaitu anarchy (semacam horde mode ala seri GoW), bedanya hanya di sini, setiap tim bertanding untuk mendapatkan skor terbesar. Dan terdapat satu lagi mode lain yang disebut Echo, dimana player harus menyelesaikan campaign dengan skor setinggi-tingginya agar dapat masuk online highscore board. Dengan hanya satu mode (atau mungkin dua) multiplayer, dan panjang campaign yang standard dengan FPS modern, maka bisa dibilang Bulletstorm tidak memiliki replay value yang tinggi.
     
    Presentation
     
    saya juga ingin tanya pertanyaan yang sama...
     
    Soal grafik sudah tidak perlu diragukan lagi; Epic berhasil memaksimalkan penggunaan Unreal Engine versi terbaru mereka, sehingga efek-efek dan tekstur yang dihasilkan sangatlah halus. Untuk sound dan voice acting cukup standard, hanya saja SANGAT banyak penggunaan kata-kata kasar pada game ini (bisa dikatakan setara dengan Grand Theft Auto series atau Duke Nukem series), jadi berhati-hatilah. Game ini sangatlah tidak dianjurkan untuk anak-anak.
     
    Walaupun replay valuenya kurang, Bulletstorm memberikan aksi fast-paced yang cukup solid, cocok bagi para pemain yang sudah jenuh dengan FPS biasa (baca: CoD dan kawan-kawannya)...walaupun beberapa orang pasti akan tetap menganggap bahwa game ini tidaklah jauh beda dari game-game FPS lainnya.
     
    Oleh SandG. Diedit oleh RonW.
     
    Note untuk para orang tua: Game ini bukanlah game yang pantas untuk dimainkan oleh anak-anak. Sehingga diharapkan kebijaksanaan dari para orang tua maupun para kakak-kakak untuk mengajari anak atau adik anda untuk tidak memainkan game ini sebelum mereka cukup umur.
    tags : Xbox360  Playstation3  PC  FPS  EPIC Games 
    EPIC Games & People Can Fly

    loading