Fable 3 adalah sebuah game yang seru dan menarik sekali lagi bersetting di Kerajaan fantasi di Kerajaan Albion. Game ini juga bisa dibilang sebagai game AAA yang paling gampang dari seluruh jajaran game Xbox360. Sekali lagi team dari Lionhead Studios memberikan kita, sebuah dunia yang menarik untuk ditelusuri. Setting di Fable 3 dimulai 50 tahun setelah ending di Fable 2. Albion telah memasuki jaman industrialisasi dan diperintah oleh saudara lelaki sang tokoh utama yang kejam yaitu King Logan.
Kamu sebagai tokoh utama berperan sebagai pangeran (atau putri) yang baru memasuki usia dewasa. Fable 3 menceritakan petualangan sang pangeran / putri yang mencoba mencari pengikut untuk melengserkan kekuasaan King Logan dalam usaha mengubah kerajaan Albion. Segala pilihan yang kamu tentukan sebagai penguasa akan mempengaruhi jalannya kerajaanmu di masa mendatang.
Para Warga Albion sekalian.
Fable 3 memiliki cerita yang paling komplit dibandingkan dengan semua game Fable yang terdahulu. Kamu berperan sebagai seorang pangeran / putri yang baru beranjak dewasa dan kamu harus mendapatkan banyak pengikut dari para penduduk kerajaan untuk dapat melengserkan saudara lelakimu, Raja Logan dari kekuasaan. Semua karakter yang akan kau temui sepanjang perjalanan sangatlah menarik. Dari Sir Walter, sang ksatria tua yang mengajarkanmu cara bertarung dan juga berperan sebagai guru di sepanjang permainan adalah karakter menarik yang menemanimu sepanjang perjalanan. Dan ternyata sang ksatria tua gagah ini takut pada kegelapan. Lalu Ben Finn, seorang prajurit gagah yang tampan yang kemudian membantu memimpin para tentara di kerajaanmu. Paige, seorang gadis pejuang revolusi dengan perangai yang kuat dan rambut gaya dreadlock dan karakter-karakter lainnya.
Play as Prince or Princess.
Namun demikian, walaupun Fable 3 diisi oleh karakter-karakter yang menarik, cerita di game ini masih tidak sampai membuat kita betul-betul merasakan emosi dari cerita-cerita heroic dalam video game seperti yang pada umumnya. Cerita di Fable 3 memang menarik tapi masih kalah kalau dibandingkan dengan cerita-cerita game yang lebih dahsyat diluar sana. Cerita di Fable 3 ini bisa dibilang paling “nyambung” dibandingkan game Fable sebelum-sebelumnya dimana cerita dimulai dari kita sedikit demi sedikit mendapatkan kekuatan dan ketika kita sampai di puncak kekuasaan maka kita telah menjadi orang terkuat didalam game.
Kita tidak dipaksa untuk merasakan ketidakberdayaan seperti di game Fable yang sebelum-sebelumnya. Di cerita game ini, kita adalah anak dari Pahlawan Albion yang sebelumnya dan merupakan keturunan sebenarnya dari kerajaanmu. Ketika kita sudah mencapai puncak kekuasaan tersebut, kita merasakan betapa berkuasanya kita didalam dunia Fable 3 tersebut.
Beberapa hal baru di Fable 3
Perubahan terbesar yang terdapat di Fable 3 adalah dihilangkannya daftar inventory dan sebaliknya diciptakanlah sebuah ruang dalam 3D dimana semua option dihadapkan langsung dihadapanmu. Fitur ini disebut “The Sanctuary.” Didalam Sanctuary, kamu dapat menggunakan peta yang dapat dipakai untuk teleport seketika ke lokasi yang kita inginkan. Dari peta ini, kita juga dapat menzoom ke kota-kota yang menyediakan quest maupun property yang dapat kita beli dan kita urus. Sanctuary ini juga memiliki ruang senjata dan di ruang ini, kita dapat menemukan senjata berupa pedang, palu besar, pistol, senapan dan juga gauntlet sihir. Setiap senjata memiliki tempatnya masing-masing dan kamu dapat melihat lalu memilih untuk menggunakan senjata tersebut atau tidak. Setelah memilikih senjata tersebut, kita dapat melihat seberapa besar damage yang senjata tersebut hasilkan dan juga cara untuk mengupgrade senjata tersebut.
Welcome to the Weapon Room of Sanctuary.
Sanctuary juga memiliki ruang ganti dimana kita dapat mengganti baju kita dan menemukan setelah paling pas untuk karakter kita. Namun sekian banyak pakaian yang ada di Fable 3 ini betul-betul kosmetik semata dan nyaris tidak ada pengaruh ke stats kita. Kita pun dapat mencampur dan mencocokan setiap item yang ada dan mewarnai item-item tersebut dengan pewarna yang berbeda-beda. Di ruang ganti ini pun kita juga dapat menemukan tidak hanya setelah baju namun juga gaya rambut, setelah tattoo, makeup dan juga facial hair. Lalu terdapat juga Archievement Room dan didalam ruangan ini kita dapat menemukan setumpuk emas yang mewakili uang yang terlah kita kumpulkan. Semakin banyak uang yang kita punya, maka semakin banyak pula uang mas tersebut akan tertumpuk. Disini juga terdapat buku catatan keuangan jadi kita dapat melihat darimana kita mendapatkan uang tersebut atau untuk apa sajakah uang yang kita dapat itu kita gunakan. Terakhir di ruangan ini juga terdapat semua pencapaian yang telah kita capai yang dapat kita lihat sebagai baik itu lukisan maupun piala yang terdapat di masing-masing dinding.

Archievement Room in your Sanctuary.
Ada banyak elemen yang bagus dan buruk di gameplay Fable 3. Salah satu yang terbaru di franchise Fable ini adalah kemampuan untuk memegang NPCs. Di Fable 3, kita dapat memiliki pilihan untuk memegang tangan NPC. Ini berguna untuk mengajak NPC dalam berkencan, mengiringi NPC mampun bertualang bersama. Memegang tangan tapi sedikit buggy / bermasalah. Terkadang NPC malah nyangkut di object tertentu dan ketika dalam ketinggian tertentu, NPC akan mengalami kesulitan untuk menggapai tanganmu. Namun ini masih cukup menyenangkan dimana kita dapat mengajak anak atau istri kita didalam game untuk bertualang bersama. Secara keseluruhan fitur ini cukup menarik karena fitur ini mengajak kita untuk keterikatan yang lebih mendalam antara kita dengan NPC didalam game. Kamu pun dapat memegang tangan player lain di mode multiplayer dalam game.
Kami rasa game ini mungkin cocok bagi para pasangan yang ingin merasakan petualangan seru yang romantis didalam game Fable 3. Seiring dengan berpegangan tangan, kita pun dapat berinteraksi dengan para NPC didalam game dan dapat berdansa, memeluk, berbicara, kentut, bersendawa dan banyak macam lainnya yang dapat dilakukan untuk berinteraksi dengan para NPC secara langsung. Ketika kita melakukan hal-hal yang positif kepada NPC maka mereka pun ingin bersahabat dengan kita.
"Touch" feature in Fable 3.
Kita pun dapat melakukan hal-hal yang kejam sampai mereka membenci bahkan takut denganmu. Ketika NPC ingin bersahabat dengan kita, maka kita akan mendapatkan quest kecil untuk mereka dan jikalau kita berhasil di quest tersebut maka mereka akan menjadi sahabat kita. Salah satu elemen utama di game ini adalah bersahabat dengan banyak orang untuk mendapatkan pengikut untuk melengserkan saudaramu yang kejam. Fable adalah game yang mungkin cocok untuk dimainkan oleh kaum hawa untuk memperkenalkan mereka ke dunia game berhubung dalamnya system interaksi social didalam game ini.
Semakin banyak pengikut yang kita dapat maka semakin dekat pula kita untuk menjadi seorang raja atau ratu. Juga Fable 3 memiliki “Road to Rule”. Road to Rule ini adalah sebuah jalan dimana kita akan diteleport ke jalan yang memiliki banyak peti harta karun yang berisi level up disepanjang jalan tersebut. Kita dapat membuka peti-peti tersebut dengan guild point yang kita dapatkan dari menyelesaikan quest, pertarungan dan jumlah pengikut yang kita dapat. Memiliki banyak teman-teman NPC adalah cara yang paling efektif untuk mendapatkan power up dari peti-peti ini.
Road to Rule
Fable 3 mungkin bisa dibilang sebagai game RPG yang paling mudah yang pernah dibuat. Di game RPG tradisional biasanya, kita mendapatkan diary yang merekam semua petualangan kita dan juga kita pergi ke kota-kota untuk menemukan quest. Di Fable 3, kita benar-benar diarahkan kemana kita harus pergi melalui fitur “breadcrumb trail”, sebuah lintasan berkilau yang dapat terlihat di jalan. Tapi yang terjadi disini malah kesan petualangan yang ada terkesan tumpul karena kita sudah diarahkan kemana kita harus pergi setiap saatnya. Kita tidak pernah dipaksa untuk mengingat layout tempat atau kemana pemberi quest berada di setiap waktu tertentu. Juga tidak ada “Mati,” di Fable 3 maupun health bar yang dapat memberitahukan seberapa banyak damage yang telah kita dapatkan. Tampilan di layar akan berwarna merah dan kamu mulai merasakan dan mendengar suara detak jantung berdebar seiring semakin dekatnya kita dengan kematian.
“Mati” di game ini lebih dikenal dengan sebutan “Knocked Out” atau “KO” dimana jikalau kita KO maka yang hilang hanyalah sedikit dari EXP point kita dan mungkin kita akan mendapatkan bekas luka namun setelah itu kita akan segera bangkit dan siap bertarung lagi dengan health / darah penuh. Kamu tidak perlu mengulang quest di Fable 3 dan Lionhead membuatnya game ini sangat muda karena hampir tidak ada “Mati” dan juga fitur “breadcrumb trail” yang sangat mempermudah keseluruhan petualangan. Game ini amat sangat mudah bahkan kakek-nenekmu mungkin bisa memainkan dan menyelesaikan game ini. Lionhead membuat Fable 3 sangat mudah dengan tujuan agar semua orang dapat memainkan dan menyelesaikan game ini. Fable 3 tidak akan menantang bagi para hardcore gamer namun setidaknya game ini dapat dengan mudah diakses oleh semua orang.
Voice over dan Environment yang beragam.
Various Characters in Fable 3.
Suara yang terdapat di Fable 3 betul-betul terepresentasi dengan baik. Yang paling mengesankan dari audio di game ini adalah voice over yang dilakukan oleh para aktor-aktor professional. Banyaknya dialog yang terdapat di Fable 3 sulit untuk dipercaya. Setiap karakter mengatakan hal yang berbeda dan menarik untuk dikatakan. Setiap kelas yang terdapat di komunitas game ini terepresentasikan dengan baik dimulai dari kalangan bawah, menengah sampai dengan kalangan paling atas atau bangsawan. Masing-masing Para NPC tersebut akan mengatakan hal yang berbeda-beda tergantung dari apa yang kita lakukan didalam game. Musik di game ini pun juga melakukan tugasnya dengan baik untuk menciptakan atmosfir yang pas untuk setiap petualangan yang ada. Baik itu didalam gua penuh Hobbes sampai dengan menyeret para pekerja ke tempat industri pembuangan memiliki musiknya masing-masing yang pas dengan setting lokasi.
Industrial section in Bowerstone.
Grafis pada Fable 3 cukup simple dan stylized. Fable 3 terlihat hampir tidak berbeda dengan Fable 2 secara grafis dan style. Walaupun memang lebih banyak environment yang bisa ditelusuri. Fable 3 melakukan tugasnya dengan baik dalam menciptakan beberapa environment yang unik dan berbeda. Dari desa di pegunungan yang bertema gypsy juga kota Brightwalls dengan setting kelas menengah. Walaupun secara grafis dan tampilan karakter semuanya tampak cukup lumayan, saya merasa bahwa game dengan budget AAA seperti Fable seharusnya bisa memberikan lebih.
Conclusion
Dunia di Albion sendiri tampak berwarna dan hidup karena diisi dengan para NPC yang lucu dan menghibur. Para kaum hawa tentunya akan tertarik dengan game ini karena fitur social yang sangat memuaskan di game ini. Fable 3 masih memiliki beberapa bug yang namun itu semua tidak menganggu keseluruhan game ini. Pada akhirnya, Fable 3 merupakan game adventure yang mudah namun masih menyenangkan. Siapa saja dapat memainkan dan menamatkan game ini tanpa terlalu bersusah payah. Team di Lionhead Studio telah melakukan tugasnya dengan baik dengan menyingkirkan daftar inventory yang ribet dan membingungkan. Fable 3 cukup berbeda dari game-game RPG pada umumnya karena banyaknya fitur-fitur tersembunyi yang terdapat didalam game ini. Cerita di Fable 3 cukup menarik dan memuaskan namun rada sedikit kurang polesan yang dapat membuatnya berbeda dari game lainnya.
Game Reviewer: David Tancon. Translasi Indonesia oleh RonW.